Brebes (6/9) – Sebanyak 100 pesilat Sabuk Merah PERSINAS ASAD se-Korwil Pekalongan mengikuti penderesan rutin di Pondok Pesantren Al Djanuri, Desa Krangkeng, Kedunguter, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 78 pesilat putra dan 22 pesilat putri sebagai bagian dari pembinaan pesilat sekaligus upaya melestarikan budaya pencak silat.
Penderesan rutin Sabuk Merah PERSINAS ASAD menjadi momentum untuk menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kemampuan, serta mempererat kebersamaan antarpesilat. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik pencak silat, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kekompakan, persaudaraan, dan semangat menjaga warisan budaya bangsa.
Pembina Korwil Pekalongan, Kyai H. Tri Basuki, mengatakan kegiatan rutin tersebut merupakan bagian penting dalam pembinaan Sabuk Merah PERSINAS ASAD. Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi sarana membangun kebugaran dan keterampilan bela diri, tetapi juga memiliki nilai budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Penderesan rutin ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus ikhtiar untuk melestarikan budaya pencak silat. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, para pesilat diharapkan semakin terampil, disiplin, kompak, serta memiliki semangat menjaga warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pesilat Sabuk Merah PERSINAS ASAD mengikuti setiap rangkaian dengan penuh semangat dan kesungguhan. Kehadiran puluhan pesilat putra dan putri menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan pembinaan pencak silat di wilayah Korwil Pekalongan.
Melalui penderesan rutin ini, Sabuk Merah PERSINAS ASAD Korwil Pekalongan diharapkan semakin solid dalam menjaga tradisi pencak silat. Pembinaan yang berkesinambungan juga diharapkan mampu melahirkan pesilat yang memiliki kemampuan bela diri, berkarakter, menjunjung sportivitas, serta mengamalkan nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. (Humas ASAD Jateng)


Leave a Reply