Semarang — PERSINAS ASAD Kecamatan Gunungpati Kota Semarang menjalin kerja sama dengan Laboratorium Biomekanika Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk melakukan tes Body Composition Analysis bagi atlet usia pra-remaja dan remaja.
Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Biomekanika FIK UNNES, Sabtu (8/8/2026), dengan melibatkan delapan atlet PERSINAS ASAD Gunungpati Kota Semarang.
Pengukuran komposisi tubuh ini menjadi bagian dari upaya penerapan sport science dalam pembinaan atlet muda. Analisis dilakukan untuk mengetahui sejumlah indikator kondisi fisik, antara lain persentase lemak tubuh, massa otot, serta indeks massa tubuh (IMT).
Dosen Biomekanika Olahraga dan Ilmu Keolahragaan UNNES, Fajar Awang Irawan, S.Si., M.Pd., Ph.D., mengatakan analisis komposisi tubuh merupakan tahapan penting dalam memetakan kondisi fisik atlet sejak usia dini.
“Analisis komposisi tubuh merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam memetakan profil fisik atlet muda,” ujar Fajar.
Menurutnya, data mengenai proporsi massa otot dan kadar lemak dapat menjadi pijakan dalam menentukan kondisi fisik atlet secara lebih objektif. Data tersebut juga memiliki manfaat dalam menunjang performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.
“Data rinci mengenai proporsi massa otot dan kadar lemak menjadi pijakan utama untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet secara pasti. Informasi ini tidak hanya penting untuk meningkatkan performa bertanding, tetapi juga berfungsi sebagai tindakan preventif dalam mengurangi risiko cedera selama periode latihan intensif maupun pertandingan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pengukuran menggunakan perangkat analisis komposisi tubuh, seperti BIOBASE Body Composition Analyzer atau timbangan digital khusus komposisi tubuh. Hasil pengukuran diharapkan memberikan gambaran kondisi fisik setiap atlet secara lebih terukur.
Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi dalam menyusun program latihan dan pengaturan nutrisi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing atlet.
Bagi PERSINAS ASAD Kecamatan Gunungpati, penerapan sport science menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih profesional. Pembinaan tidak hanya mengandalkan latihan teknis dan fisik, tetapi juga didukung data ilmiah yang dapat membantu pelatih mengambil keputusan secara tepat.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi pemantauan berkala atau longitudinal monitoring. Dengan demikian, perkembangan kondisi fisik atlet dapat dipantau secara berkelanjutan sejak jenjang pra-remaja, remaja, hingga menuju kategori senior.
Selain itu, hasil analisis laboratorium diharapkan menjadi salah satu acuan bagi pelatih dalam menentukan beban latihan, jadwal pemulihan, hingga kebutuhan gizi atlet berdasarkan data konkret atau data-driven training.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi atlet secara bertingkat. Dengan kondisi fisik yang terpantau secara ilmiah, atlet diharapkan dapat mencapai performa terbaik ketika mengikuti kejuaraan mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Kolaborasi antara Laboratorium Biomekanika FIK UNNES dan PERSINAS ASAD Kecamatan Gunungpati juga diharapkan menjadi model kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas olahraga dalam membangun ekosistem pembinaan atlet usia muda yang profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi akademisi dan perguruan pencak silat di tingkat kecamatan tersebut, pembinaan atlet diharapkan semakin mengedepankan prinsip ilmiah sehingga setiap tahapan perkembangan atlet dapat dipantau dan diarahkan secara lebih optimal. (Humas ASAD Jateng)


Leave a Reply